• Jelajahi

    Copyright © KUPAS TUNTAS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Aroma Kepentingan di Balik RJ Kasus OTT KS/EL, Nama DPD APDESI Riau Terseret

    Jumat, 10 April 2026, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-11T04:20:05Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Pekanbaru, kupastuntas-site – Polemik penanganan kasus dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan inisial KS/EL kian memanas. 

    Setelah penyelesaian melalui jalur Restorative Justice (RJ), muncul dugaan adanya pihak-pihak yang mencoba “bermain” dan mengambil keuntungan dari proses tersebut.

    Nama Zulfahrianto, yang disebut sebagai bagian dari DPD APDESI Riau sekaligus dikaitkan dengan sosok Anto Sontang, Kepala Desa Sontang, Rohul, tiba-tiba mencuat ke permukaan. Kehadirannya dalam proses RJ ini justru menimbulkan tanda tanya besar dari sejumlah pihak yang sejak awal mengawal kasus tersebut.

    Salah satu tim yang mengaku terlibat dalam upaya pembebasan KS/EL mengungkapkan bahwa selama beberapa minggu terakhir, mereka fokus mendorong penyelesaian melalui mekanisme RJ. Namun di tengah proses itu, muncul oknum yang dinilai justru mencoba memanfaatkan situasi.

    “Sudah beberapa minggu ini kami berusaha membantu RJ untuk teman kami KS/EL. Tapi di tengah jalan, ada pihak yang tiba-tiba muncul dan seolah-olah punya peran besar. Salah satunya Zulfahrianto,” ungkap sumber tersebut.

    Lebih lanjut, ia mempertanyakan dasar keterlibatan yang bersangkutan dalam proses tersebut. Pasalnya, sejak awal perkara bergulir, nama Zulfahrianto disebut tidak pernah muncul dalam upaya pendampingan maupun advokasi terhadap KS/EL.

    “Yang jadi pertanyaan, apa hubungan DPD APDESI Riau dalam proses RJ ini? Sebelumnya tidak pernah terlihat ikut mengurus. Kenapa sekarang muncul? Apa kepentingannya?” lanjutnya.

    Situasi ini memunculkan dugaan adanya “penumpang gelap” dalam proses hukum yang semestinya berjalan objektif dan transparan. Terlebih, RJ sebagai mekanisme penyelesaian perkara di luar pengadilan seharusnya berlandaskan keadilan, bukan kepentingan kelompok atau individu tertentu.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Zulfahrianto maupun DPD APDESI Riau terkait keterlibatan mereka dalam upaya RJ kasus KS/EL.

    Kasus ini pun kini menjadi sorotan publik, yang menuntut transparansi serta integritas dalam setiap proses penegakan hukum. Jika benar ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari proses RJ, maka hal tersebut dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat.

    Publik kini menunggu, siapa sebenarnya yang bermain di balik layar? Dan apa motif di balik kemunculan nama-nama baru dalam pusaran kasus ini?

    Rilis : tim
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini